Pada tanggal 7 Desember 2016, warga Pidie Jaya, sebuah kabupaten di Aceh, Indonesia, dilanda gempa bumi dahsyat berkekuatan 6,5 SR. Bencana alam tersebut merenggut nyawa 102 orang dan menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Dampak gempa bumi sangat kacau, infrastruktur hancur, rumah-rumah menjadi puing-puing, dan keluarga-keluarga tercerai-berai. Namun di tengah kekacauan dan kehancuran tersebut, muncul secercah harapan berupa SPMB Pidie Jaya.
SPMB Pidie Jaya, yang merupakan singkatan dari “Sentra Pelayanan Masyarakat Berbasis (Pusat Pelayanan Masyarakat) Pidie Jaya,” adalah organisasi nirlaba lokal yang didirikan pada tahun 2011 untuk memberikan pengembangan masyarakat dan bantuan kemanusiaan. Saat gempa terjadi, SPMB Pidie Jaya langsung beraksi dengan mengerahkan sumber daya dan relawannya untuk membantu upaya pemulihan.
Salah satu inisiatif utama yang dilakukan oleh SPMB Pidie Jaya adalah distribusi bantuan darurat kepada masyarakat yang terkena dampak. Organisasi ini menyediakan makanan, air, tempat tinggal, dan bantuan medis kepada mereka yang membutuhkan, memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal pada saat mereka membutuhkan. SPMB Pidie Jaya juga bekerja sama dengan pemerintah setempat dan LSM lain untuk mengoordinasikan upaya bantuan dan memaksimalkan dampak bantuan mereka.
Selain memberikan bantuan segera, SPMB Pidie Jaya juga fokus pada upaya pemulihan dan pembangunan kembali jangka panjang. Organisasi ini meluncurkan program rekonstruksi perumahan untuk membantu keluarga membangun kembali rumah mereka dan mendapatkan kembali stabilitas. Mereka juga menerapkan program dukungan mata pencaharian untuk membantu warga bangkit kembali dan membangun kembali kehidupan mereka.
Salah satu aspek yang paling menonjol dari kerja SPMB Pidie Jaya adalah penekanannya pada partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. Organisasi ini secara aktif terlibat dengan masyarakat yang terkena dampak, melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan dan memberdayakan mereka untuk bertanggung jawab atas pemulihan mereka sendiri. Melalui pertemuan masyarakat, lokakarya, dan program pelatihan, SPMB Pidie Jaya membantu warga mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk membangun kembali komunitas mereka dan menciptakan masa depan yang lebih berketahanan.
Saat ini, empat tahun pascagempa, Pidie Jaya masih dalam tahap pemulihan. Meski dampak bencana masih terlihat, ketangguhan dan tekad masyarakat tetap terlihat. SPMB Pidie Jaya terus memainkan peran penting dalam upaya pemulihan, memberikan dukungan dan bantuan berkelanjutan kepada mereka yang membutuhkan.
SPMB Pidie Jaya menjadi contoh nyata kekuatan pembangunan berbasis masyarakat dan pentingnya organisasi lokal dalam tanggap bencana. Melalui komitmen teguh mereka dalam melayani masyarakat dan pendekatan inovatif dalam upaya pemulihan, SPMB Pidie Jaya telah menjadi mercusuar harapan bagi masyarakat Pidie Jaya. Ketika masyarakat terus melakukan pembangunan kembali dan pemulihan, SPMB Pidie Jaya niscaya akan selalu ada di setiap langkahnya, membimbing mereka menuju masa depan yang lebih cerah dan berketahanan.
